
Pernahkah kita memperhatikan bahwa belajar Al-Quran tidak lagi sesederhana dulu?
Di masa kecil, membuka mushaf adalah momen yang penuh penghormatan.
Kita diajarkan duduk rapi, meluruskan niat, dan mendengarkan guru dengan hati lembut.
Sekarang, sebagian besar hal itu perlahan memudar. Bukan hilang, tetapi tidak sekuat dulu. Padahal ada nilai-nilai yang justru kita butuhkan di tengah kehidupan yang semakin bising.
Bukan berarti generasi sekarang tidak mau belajar Al-Quran. Justru banyak yang ingin, tetapi jalannya tidak selalu mudah. Ada yang malu karena sudah besar tapi masih mengeja. Sebagian tidak tahu harus belajar di mana. Ada juga yang ingin mengaji, tapi mushaf yang mereka punya sudah kusam atau tidak layak dipakai.
Di tengah semua itu, adab belajar Al-Quran ikut perlahan memudar. Berikut 6 adab belajar Al-Quran yang sebenarnya sederhana, tetapi berarti besar jika kita hidupkan kembali.
- Mengawali dengan Membersihkan Hati
Dulu, sebelum membuka mushaf, guru selalu berpesan, “Bersihkan hati, nak. Kita mau bicara dengan Allah.” Hari ini, banyak yang belajar Al-Quran seperti mengejar target akademik. Padahal, adab pertama adalah menghadirkan hati yang tulus. Belajar Quran bukan cuma membaca, melainkan menerima cahaya hidayah yang menenangkan jiwa. - Membaca dengan Tenang dan Tidak Terburu-Buru
Generasi sekarang hidup dalam ritme cepat. Scroll singkat, swipe, pindah layar, hingga multitasking. Akhirnya, mengaji pun ikut tergesa-gesa. Padahal Quran mengajarkan kita agar tartil. Alias membaca dengan pelan, jelas, dan penuh kesadaran. Belajar Al-Quran adalah saat paling tepat untuk menahan laju hidup sejenak. - Menghormati Guru Ngaji
Di masa lalu, guru ngaji merupakan sosok yang sangat dihormati. Tidak harus ustadz besar, bahkan guru kampung pun dimuliakan. Kini, banyak guru ngaji mengajar tanpa imbalan, tanpa fasilitas, bahkan tanpa mushaf bagi murid-muridnya. Mirisnya, mereka justru garda terdepan penjaga literasi Quran di tengah masyarakat. - Menjaga Mushaf dengan Baik
Dahulu, mushaf disampul kain, disimpan rapi, serta tidak ditaruh sembarangan. Sekarang? Banyak pelajar bahkan tidak punya mushaf pribadi. Sementara yang ada sering kali lusuh, sobek, atau diwariskan bertahun-tahun tanpa pernah diganti.
Jika kita memahami lebih dalam, mushaf seharusnya menjadi teman perjalanan hidup seorang muslim. - Konsisten Meski Sedikit
Di antara adab belajar Quran ialah bukan menghabiskan satu juz dalam sehari. Yang lebih penting, menjaga keistiqamahan walau hanya beberapa ayat. Generasi kini sering merasa harus sempurna dulu untuk memulai. Rasanya harus punya waktu, harus fasih, harus percaya diri. Padahal yang Allah minta hanyalah ketekunan, bukan kehebatan yang tiba-tiba. - Mengamalkan Setiap Pelajaran Kecil
Inilah puncak adab paling mulia, yaitu mengubah ilmu menjadi amalan. Belajar tajwid bukan hanya memanjangkan huruf, tapi memanjangkan kesabaran. Bahkan belajar makhraj pun bukan sekadar membaguskan suara, melainkan memperindah akhlak.
Sayangnya, banyak yang berhenti pada bacaan saja. Di balik itu, Allah menurunkan Al-Quran sebagai panduan hidup.

Menghidupkan Kembali Adab Ini Bersama Gerakan Sosial
Realitanya, banyak pelajar ingin belajar Quran tetapi tidak memiliki akses. Banyak pula guru ngaji ingin mengajar, hanya saja kekurangan dukungan. Begitu pun anak yatim atau dhuafa yang ingin hafal Quran, banyak yang belum punya kesempatan.
Di sinilah gerakan seperti Sekolah Mengaji – Amanah Surga punya peran besar. Program ini membantu menghidupkan kembali adab-adab Quran di sekolah sekolah, masjid, hingga komunitas.
Ada wakaf Al-Quran untuk pelajar serta dukungan untuk guru-guru ngaji. Tidak ketinggalan program YAFIDQUR yang memberikan pendidikan Quran sekaligus pembinaan hidup bagi yatim dan dhuafa. Tidak semua dari kita bisa mengajar. Tidak semua bisa membuka kelas. Tapi kita semua bisa ikut menghidupkan kembali suasana belajar Quran yang penuh adab, seperti dulu. Kadang, perubahan besar dimulai dari hal kecil.
Dimulai dari satu mushaf, satu dukungan, serta satu tangan yang ikut menguatkan perjuangan ini.
Jika ingin membantu menghidupkan kembali adab Quran di generasi kita, gerakan ini adalah salah satu jalan yang bisa kamu pilih.