
Dalam sebuah riwayat masyhur, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa ketika seorang manusia meninggal, semua amal terputus kecuali tiga. Yaitu, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan.
Tiga poin itu terdengar sederhana.
Namun, jikalau kita renungkan lebih dalam, sebenarnya ada banyak bentuk kebaikan yang masuk ke dalam kategori tersebut.
Di tengah kesibukan dan rutinitas hidup, kita kadang lupa bahwa investasi terbesar justru bukan harta maupun jabatan. Apa lagi kalau bukan amal yang tetap hidup ketika kita sudah tidak lagi ada di dunia.
Menariknya lagi, amal-amal tersebut tidak selalu membutuhkan modal besar atau tenaga berlebih.
Yang dibutuhkan hanya niat yang baik dan kesempatan untuk melakukannya.
Berikut 5 amalan yang pahalanya bisa terus mengalir tanpa henti, bahkan ketika kita telah kembali kepada Allah Ta’ala.
1. Sedekah Jariyah yang Memberi Manfaat Jangka Panjang
Sedekah jariyah adalah amalan yang terus memberi manfaat, bahkan setelah sang pemberi meninggal.
Misalnya, membangun sumur, menyokong sarana ibadah, memberikan fasilitas pendidikan, atau menyediakan mushaf Al-Quran untuk dibaca orang lain.
Setiap kali orang lain menggunakan sesuatu yang kita sedekahkan, pahala mengalir seperti aliran air yang tidak pernah kering.
2. Mengajarkan Ilmu yang Bermanfaat
Mungkin kita tidak merasa sebagai seorang guru, tapi kita semua punya kemampuan untuk mengajarkan sesuatu.
Mengajarkan wudhu pada anak, memperbaiki bacaan Quran teman, membagikan video edukasi, atau memberi nasihat ilmu.
Semua itu termasuk “ilmu bermanfaat” yang mengalir pahalanya.
Bahkan sekecil satu huruf yang kita ajarkan, bisa menjadi cahaya di akhirat nanti.
3. Mendidik Anak agar Menjadi Anak Shalih
Tidak ada investasi yang lebih beruntung selain dari mendidik anak agar tumbuh mencintai Al-Quran dan amal shalih.
Setiap doa mereka untuk kita serta kebaikan yang mereka lakukan, akan kembali kepada orang tuanya.
Mendidik anak adalah ladang pahala yang bahkan bisa berkembang lebih besar daripada usaha dunia apa pun.
4. Menyebarkan Kebaikan dan Dakwah
Menyebarkan ayat, hadis, atau pesan kebaikan di media sosial termasuk amalan yang pahalanya mengalir.
Setiap orang yang membaca kemudian mengamalkannya, kita bisa memperoleh bagian.
Hari ini, dakwah tidak selalu lewat mimbar. Kadang cukup lewat postingan sederhana yang menyentuh hati orang lain.

5. Menjadi Bagian dari Pendidikan Al-Quran
Inilah salah satu amal paling besar dampaknya.
Pahala mendukung pendidikan Al-Quran akan mengalir meski kita telah tiada.
Setiap kali seseorang membaca Quran dari mushaf yang kita bantu sediakan, seorang guru mengajarkan huruf demi huruf, atau seorang pelajar memperbaiki bacaannya.
Bahkan jika kita tidak pernah bertemu dengan mereka, tidak tahu nama mereka, atau tidak tahu sampai sejauh apa perubahan yang terjadi. Pahalanya tetap tercatat tanpa henti.
Menjadi Bagian dari Arus Kebaikan
Di sinilah gerakan seperti Sekolah Mengaji – Amanah Surga mengambil peran penting.
Program tersebut membantu ribuan pelajar yang ingin belajar Al-Quran tapi terkendala fasilitas, guru, atau mushaf yang layak.
Ada wakaf Al-Quran bagi pelajar, dukungan untuk guru ngaji, hingga program YAFIDQUR yang membina yatim dan dhuafa agar bisa menghafal Qur’an sambil mendapatkan kehidupan yang layak.
Dari setiap mushaf yang dibaca, setiap huruf yang dilafazkan, atau setiap doa yang dipanjatkan, semuanya menjadi pahala yang tidak putus.
Kita mungkin tidak bisa mengajar.
Mungkin kita juga tidak bisa hadir di setiap kelas mengaji.
Namun, kita bisa menjadi bagian dari arus kebaikan ini.
Dan siapa tahu, amal kecil hari ini menjadi pahala jariyah yang terus bekerja untuk kita.
Karena pada akhirnya, amal terbaik adalah yang tetap mengalir pahalanya meski kita telah tiada di dunia.